Merawat orang tua atau anggota keluarga yang baru terkena stroke adalah wujud bakti dan kasih sayang. Setelah pulang dari rumah sakit, pemulihan pasien berlanjut di rumah, dan di sinilah peran keluarga sangat besar: membantu pasien bergerak, makan, minum obat, sampai menjaga semangatnya. Kondisi setiap pasien berbeda, jadi panduan merawat pasien pasca stroke di rumah ini perlu disesuaikan dengan arahan dokter dan fisioterapis yang menangani.
Beberapa hal yang sering dialami pasien setelah stroke antara lain:
- tangan dan kaki di satu sisi tubuh lemah;
- keseimbangan terganggu;
- sulit berbicara atau sulit menelan;
- sulit menahan buang air kecil, atau sulit buang air besar;
- perubahan emosi dan daya ingat.
Siapkan rumah sebelum pasien pulang
Rumah yang aman membantu pasien bergerak dengan lebih percaya diri dan mencegah jatuh.
- Pilih kamar tidur yang dekat dengan kamar mandi.
- Pasang pegangan di kamar mandi, dan gunakan kloset duduk bila memungkinkan.
- Pastikan lantai tidak licin dan penerangan cukup.
- Pasang pagar pengaman di sisi tempat tidur bila diperlukan.
- Dekatkan barang yang sering dipakai pasien, misalnya air minum, kacamata, dan telepon.
- Siapkan alat bantu yang disarankan dokter atau fisioterapis, misalnya kursi roda atau tongkat.
- Bila pasien sulit berbicara, sediakan kertas dan pena di dekatnya.
Tips lain untuk membuat rumah lebih aman ada di artikel Mencegah Lansia Jatuh di Rumah.
Obat dan kontrol rutin
- Ingatkan dan berikan obat dengan lembut, secara teratur sesuai resep, dengan prinsip 4 benar: benar obat, benar waktu, benar cara, dan benar dosis.
- Jangan memberikan obat, jamu, atau suplemen lain tanpa rekomendasi dokter.
- Periksa tekanan darah secara rutin, misalnya seminggu sekali, dan catat hasilnya.
- Antar pasien kontrol ke dokter dan jalani rehabilitasi (fisioterapi) sesuai jadwal.
Mengatur posisi dan mencegah luka tekan
Pasien yang lebih banyak berbaring perlu dibantu berganti posisi supaya kulitnya tidak luka karena tertekan terus-menerus.
- Sebelum membalik atau memindahkan pasien, beri tahu dulu apa yang akan dilakukan, lalu lakukan perlahan dan lembut.
- Ubah posisi pasien setiap 2–3 jam, siang dan malam, bergantian miring ke kanan, telentang, dan miring ke kiri.
- Topang lengan dan tungkai yang lemah dengan bantal.
- Jangan menarik lengan yang lemah, misalnya saat membantu pasien bangun. Tarikan pada lengan yang lemah bisa membuat bahu terasa nyeri.
- Periksa kulit setiap hari, terutama di punggung bawah, bokong, tumit, siku, dan bahu. Jaga kulit tetap bersih dan kering, dan segera ganti sprei yang basah.
Tanda awal dan cara mencegah luka tekan dibahas lebih lengkap di artikel Luka Dekubitus (Luka Tekan).
Menjaga kebersihan dan kehormatan pasien
Tubuh yang bersih membuat pasien lebih nyaman dan membantu mencegah luka serta infeksi kulit.
- Sapa pasien dan jelaskan dulu apa yang akan dilakukan sebelum membersihkan tubuhnya.
- Bersihkan tubuh pasien dengan air hangat dan sabun paling tidak sekali sehari.
- Jaga kebersihan mulut, termasuk lidah dan bagian dalam pipi, terutama bila pasien belum bisa minum sendiri.
- Saat membersihkan badan atau mengganti popok, lakukan di ruangan tertutup dan tutupi tubuh pasien dengan kain. Bila memungkinkan, bagian ini dibantu oleh anggota keluarga yang sesama jenis kelamin dengan pasien.
- Bila pasien terbiasa menjalankan kegiatan rutin yang menenangkan hatinya, bantu ia tetap melakukannya sesuai kemampuan, misalnya dengan membantunya bersih-bersih diri, duduk, atau menyiapkan tempatnya.
Melatih gerak sedikit demi sedikit
Gerak membantu mencegah otot dan sendi menjadi kaku.
- Bantu gerakkan tangan dan kaki yang lemah secara lembut dan perlahan, sesuai latihan yang diajarkan fisioterapis. Latihan ini dianjurkan 2–5 kali sehari.
- Ajak pasien menggerakkan sendiri bagian tubuh yang masih bisa bergerak. Beri semangat dengan kata-kata yang baik, jangan memaksa atau membentak.
- Begitu pasien mampu, latih berpindah secara bertahap: duduk di tepi tempat tidur, berdiri di samping tempat tidur, berjalan ke kursi, duduk di kursi, lalu berjalan di tempat yang rata.
- Libatkan pasien dalam kegiatan sehari-hari, seperti makan dan berpakaian, supaya ia makin mandiri. Bantu hanya pada bagian yang memang belum bisa ia lakukan.
Makan dan minum dengan aman
Stroke dapat membuat pasien sulit menelan. Perhatikan tanda-tandanya:
- tersedak atau batuk saat makan, minum, atau menelan;
- air liur sering menetes;
- suara menjadi serak;
- terasa ada makanan yang tersangkut di tenggorokan;
- sulit mengatur makanan di dalam mulut;
- berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Bila tanda ini muncul, sampaikan kepada dokter. Beberapa cara agar makan dan minum lebih aman:
- Sebelum makan, bantu pasien mencuci tangan. Suapi dengan sabar dan tidak terburu-buru.
- Selalu makan dalam posisi duduk, atau setengah duduk dengan kepala lebih tinggi dari 45 derajat bila pasien masih di tempat tidur. Jangan memberi makan saat pasien berbaring karena makanan bisa masuk ke saluran napas.
- Topang lengan yang lemah dengan bantal agar pasien duduk lebih seimbang.
- Berikan makanan dalam porsi sedikit tapi sering.
- Sesuaikan tekstur makanan dengan kemampuan menelan pasien. Biasanya dimulai dari makanan cair, makanan saring, makanan lunak seperti bubur atau nasi tim, lalu makanan biasa. Ikuti saran dokter atau ahli gizi.
- Hindari makanan yang terlalu keras, kering, atau mudah hancur menjadi remah, misalnya kerupuk atau kacang goreng.
- Bila pasien sulit menelan obat, tanyakan kepada dokter atau apoteker. Jangan menggerus atau mencampur obat ke makanan tanpa bertanya lebih dulu.
Bila pasien belum bisa menelan dengan aman, dokter dapat menyarankan pemberian makan lewat selang dari hidung ke lambung (NGT). Panduannya ada di artikel Cara Memberi Makan Lewat Selang NGT di Rumah.
Buang air kecil dan buang air besar
- Bantu dengan tenang dan jaga perasaan pasien. Hindari mengeluh atau menunjukkan rasa jijik di depannya, karena pasien bisa merasa malu atau sungkan.
- Bila pasien memakai popok, segera ganti popok yang basah dan bersihkan kulitnya.
- Bila pasien memakai kateter (selang buang air kecil), mintalah perawat mengajarkan cara merawatnya di rumah.
- Bantu buang air besar tetap lancar dengan makanan yang seimbang, cukup minum, sayur dan buah, serta aktivitas fisik sesuai kemampuan. Bila pasien sulit buang air besar, tanyakan kepada dokter sebelum memberi obat pencahar.
Dampingi dengan sabar
Stroke tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga perasaan. Emosi pasien bisa berubah, dan daya ingatnya bisa terganggu. Kesabaran dan kebersamaan keluarga sangat membantu.
- Beri dukungan dan perhatian, misalnya mengantar kontrol dan mengingatkan jadwal minum obat.
- Ajak pasien berbicara dengan suara lembut dan kata-kata yang baik, dengan sapaan yang biasa ia dengar, misalnya Bapak, Ibu, Abah, atau Ambu. Beri waktu baginya untuk menjawab.
- Hormati pendapat dan pilihan pasien, misalnya soal pakaian atau makanan, selama aman untuknya.
- Hargai setiap kemajuan, sekecil apa pun.
- Kunjungan keluarga dan kerabat bisa menyemangati pasien. Atur waktunya supaya pasien tetap cukup beristirahat.
- Bagi tugas merawat dengan anggota keluarga lain supaya tidak bertumpu pada satu orang saja.
Merawat pasien stroke butuh waktu panjang. Jaga juga kesehatan Anda sendiri, seperti dibahas di artikel Lelah Merawat Orang Tua di Rumah?
Kenali tanda stroke berulang: SeGeRa Ke RS
Pasien yang pernah stroke perlu diwaspadai bila mengalami stroke lagi. Kementerian Kesehatan mengenalkan cara mudah mengingat tanda stroke, yaitu SeGeRa Ke RS.

- Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, atau sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
- Gerak separuh tubuh melemah secara tiba-tiba.
- Bicara pelo, tiba-tiba tidak dapat berbicara, tidak mengerti kata-kata, atau bicara tidak nyambung.
- Kebas atau kesemutan pada separuh tubuh.
- Rabun, penglihatan satu mata kabur secara tiba-tiba.
- Sakit kepala hebat yang belum pernah dirasakan sebelumnya, bisa disertai gangguan keseimbangan.
Bila salah satu tanda ini muncul mendadak, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat yang dapat menangani stroke. Jangan menunggu gejalanya membaik sendiri. Penanganan stroke punya waktu emas sekitar 4,5 jam sejak gejala muncul.
Butuh bantuan merawat pasien stroke di rumah?
Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga dan merawat pasien di rumah sesuai shift yang Anda pilih, termasuk membantu berganti posisi, makan, dan kebutuhan sehari-hari. Untuk tindakan seperti pasang NGT atau kateter, tersedia layanan home visit, dan untuk luka tekan ada layanan perawatan luka.
Ceritakan kondisi pasien lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanannya.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Bagaimana Perawatan Pasien Stroke Iskemik di Rumah? (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, 2023)
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Posisi yang Nyaman untuk Pasien Stroke (RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, 2023)
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Mengenal Disfagia (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, 2022)
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Diet Pasca Stroke (RSUP Fatmawati Jakarta, 2024)
- Kementerian Kesehatan RI (ayosehat.kemkes.go.id): Kenali Gejala Stroke dengan SeGeRa Ke RS (2023)
- RSUP Dr. Kariadi Semarang, di Knowledge Management System Kemenkes: Perawatan Pasca Stroke di Rumah (leaflet)
