Jatuh sering dianggap kejadian biasa. Pada lansia, jatuh perlu dicegah dengan serius. Menurut WHO, orang berusia lanjut paling berisiko mengalami cedera berat atau meninggal akibat jatuh, dan risikonya makin tinggi seiring bertambahnya usia. Jatuh juga bisa terjadi di dalam rumah sendiri, misalnya di kamar mandi, di tangga, atau saat bangun dari tempat tidur.
Artikel ini membahas kenapa lansia mudah jatuh, cara membuat rumah lebih aman, kebiasaan sehari-hari yang membantu mencegah jatuh, dan apa yang perlu dilakukan bila lansia terjatuh.
Kenapa lansia mudah jatuh?
Risiko jatuh pada lansia biasanya datang dari beberapa hal sekaligus, antara lain:
- otot makin lemah dan massanya berkurang;
- tulang makin rapuh (osteoporosis);
- keseimbangan dan koordinasi menurun;
- penglihatan menurun;
- daya ingat dan daya pikir menurun, misalnya pada demensia;
- tekanan darah turun saat berdiri tiba-tiba (hipotensi postural), sehingga terasa pusing atau berkunang-kunang;
- efek obat yang membuat mengantuk atau pusing;
- alas kaki yang tidak pas atau licin;
- lingkungan rumah yang kurang aman.
Kenapa jatuh pada lansia perlu dicegah?
Jatuh bisa menyebabkan cedera kepala dan patah tulang. Patah tulang yang sering terjadi pada lansia adalah di pergelangan tangan, punggung, dan panggul. Setelah jatuh, kemandirian dan kualitas hidup lansia bisa menurun drastis. Karena itu, mencegah jatuh jauh lebih baik daripada mengobati akibatnya.
Membuat rumah lebih aman untuk lansia
Periksa rumah ruang per ruang, mulai dari tempat yang paling sering dipakai lansia.

Kamar mandi
- Jaga lantai tetap bersih dan tidak licin.
- Pakai alas anti-licin di tempat mandi.
- Pasang pegangan di dekat kloset dan tempat mandi.
Kamar tidur
- Letakkan lampu atau sakelar yang mudah dijangkau dari kasur, terutama untuk ke kamar mandi pada malam hari.
- Taruh barang yang sering dipakai, seperti kacamata, obat, dan air minum, di tempat yang mudah dijangkau tanpa harus naik kursi atau membungkuk dalam-dalam.
- Pastikan jalan dari kasur ke kamar mandi bebas halangan.
Lantai dan lorong
- Rapikan kabel dan barang yang bisa membuat tersandung.
- Hindari karpet atau keset yang licin, mudah bergeser, atau ujungnya terlipat.
- Pastikan penerangan cukup.
Tangga dan teras
- Pasang pegangan tangan di tangga.
- Beri tanda batas yang jelas pada tangga atau undakan.
- Bersihkan teras secara rutin supaya tidak licin.
Tips: Coba jalani rute yang biasa dilalui lansia, misalnya dari kamar tidur ke kamar mandi, pada malam hari dengan lampu yang biasa dipakai. Perhatikan bagian yang gelap, licin, atau ada barang yang menghalangi.
Kebiasaan sehari-hari yang membantu mencegah jatuh
- Bangun pelan-pelan. Dari posisi berbaring, duduk dulu sebentar di tepi tempat tidur sebelum berdiri. Begitu juga saat bangun dari kursi.
- Pakai alas kaki yang pas dan tidak licin, baik di dalam maupun di luar rumah.
- Gunakan alat bantu jalan, seperti tongkat atau walker, bila memang diperlukan. Tanyakan kepada dokter atau fisioterapis alat yang cocok.
- Tetap aktif bergerak. Latihan kekuatan otot dan keseimbangan membantu mencegah jatuh. Sesuaikan dengan kemampuan dan konsultasikan dulu dengan dokter, terutama bila lansia punya penyakit tertentu.
- Periksakan mata dan pendengaran secara rutin. Gangguan telinga juga bisa memengaruhi keseimbangan.
- Bicarakan obat-obatan dengan dokter atau apoteker, terutama bila ada obat yang membuat lansia mengantuk, pusing, atau limbung. Jangan menghentikan obat sendiri tanpa saran dokter.
- Cukupi makan dan minum.
- Minta bantuan untuk pekerjaan yang berisiko, seperti mengangkat barang berat atau mengambil barang di tempat tinggi.
Bila lansia terjatuh
Jangan buru-buru mengangkat lansia yang jatuh. Tenangkan dulu, lalu lihat apakah ia kesakitan atau ada bagian tubuh yang cedera.
Bila lansia tidak cedera dan bisa bangun sendiri:
- Bantu ia berbaring miring terlebih dahulu.
- Dari posisi miring, bertumpu pada tangan dan lutut.
- Berpegangan pada benda yang kokoh, seperti kursi yang tidak mudah bergeser, lalu berdiri perlahan.
- Duduk dan istirahat sebentar.
Segera cari pertolongan medis, jangan dipaksa bangun, bila lansia:
- terbentur kepala;
- mungkin cedera di leher, punggung, atau panggul;
- tidak bisa bangun;
- tampak sangat kesakitan atau tidak sehat.
Selama menunggu bantuan, jaga lansia tetap hangat, misalnya dengan menyelimutinya.
Sampaikan juga kejadian jatuh ini kepada dokter, supaya penyebabnya bisa dicari dan dicegah agar tidak terulang.
Butuh pendampingan merawat lansia di rumah?
Lansia yang lemah, sering pusing, atau lebih banyak berbaring kadang perlu dibantu untuk aktivitas sehari-hari, misalnya berpindah posisi, mandi, dan berjalan ke kamar mandi. Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga dan merawat lansia di rumah sesuai kebutuhannya.
Ceritakan kondisi lansia lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanannya.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Cara Mencegah Jatuh pada Lansia (2025)
- World Health Organization: Falls
- NHS (layanan kesehatan nasional Inggris): Falls: Prevention
