Luka dekubitus, yang juga disebut luka tekan atau ulkus dekubitus, adalah luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berlangsung lama. Luka ini sering dialami pasien yang lebih banyak berbaring di tempat tidur (tirah baring), lansia, atau siapa saja yang sulit mengubah posisi tubuhnya sendiri.
Luka dekubitus biasanya muncul perlahan, walaupun kadang bisa muncul hanya dalam beberapa jam. Karena itu, keluarga yang merawat pasien di rumah perlu mengenali tandanya sejak awal. Risikonya juga bisa dikurangi lewat perawatan sehari-hari yang tepat.
Kenapa luka dekubitus bisa terjadi?
Saat seseorang berbaring atau duduk di posisi yang sama dalam waktu lama, berat tubuhnya terus menekan kulit di bagian tulang yang menonjol. Tekanan ini menghambat aliran darah, sehingga kulit dan jaringan di bawahnya kekurangan oksigen dan nutrisi, lalu lama-kelamaan rusak.
Ada tiga penyebab utama yang perlu diwaspadai:
- Tekanan terus-menerus. Bagian tubuh yang sama tertekan terlalu lama, misalnya tumit, pinggul, atau tulang ekor.
- Gesekan dan tarikan. Kulit bergesekan dengan seprai saat tubuh pasien digeser atau ditarik.
- Kelembapan. Kulit yang sering basah karena keringat, air kencing, atau kotoran jadi lebih rapuh dan mudah lecet.
Siapa yang lebih berisiko?
Risiko luka dekubitus lebih tinggi pada orang yang:
- sulit bergerak atau tidak bisa mengubah posisi tubuhnya sendiri, misalnya setelah stroke atau saat sakit berat;
- berusia lanjut;
- kurang makan dan minum, atau berat badannya kurang;
- tidak bisa menahan buang air kecil atau buang air besar;
- kurang bisa merasakan nyeri atau tekanan pada kulitnya;
- pernah mengalami luka dekubitus sebelumnya.
Bagian tubuh yang sering terkena
Luka dekubitus paling sering muncul di kulit yang menutupi tulang yang menonjol. Bagian mana yang paling tertekan tergantung posisi pasien.

- Saat berbaring telentang: belakang kepala, tulang belikat, siku, tulang ekor, dan tumit.
- Saat berbaring miring: telinga, bahu, pinggul, lutut, dan mata kaki.
- Saat duduk lama, misalnya di kursi roda: bokong dan tulang ekor.
Kenali tanda awalnya
Cek kulit pasien setiap hari, terutama di bagian-bagian tadi. Tanda awal luka dekubitus antara lain:
- Ada bercak kulit yang warnanya berubah dan tidak memudar saat ditekan. Pada kulit yang terang biasanya tampak kemerahan, sedangkan pada kulit sawo matang atau gelap bisa tampak keunguan atau kebiruan.
- Kulit di area itu terasa lebih hangat, lebih lembek, atau justru lebih keras dibanding kulit di sekitarnya.
- Pasien mengeluh nyeri atau gatal di area tersebut.
Cara cek sederhana: tekan pelan bercak yang berubah warna dengan ujung jari selama beberapa detik, lalu lepaskan. Pada kulit yang sehat, warnanya memucat sebentar lalu kembali seperti semula. Kalau warnanya tetap (tidak memucat), itu bisa jadi tanda awal luka dekubitus. Jauhkan bagian itu dari tekanan dan beri tahu perawat atau dokter.
Derajat luka dekubitus
Tenaga kesehatan biasanya membagi luka dekubitus ke dalam beberapa derajat:
- Derajat 1: kulit masih utuh, tetapi warnanya berubah dan bisa terasa nyeri atau gatal.
- Derajat 2: kulit lecet, melepuh, atau terbuka di lapisan atas.
- Derajat 3: luka terbuka sampai lapisan kulit yang lebih dalam.
- Derajat 4: luka sangat dalam, sampai ke otot atau tulang.
Begitu kulit sudah lecet atau terbuka, luka sebaiknya diperiksa dan dirawat oleh tenaga kesehatan. Jangan mengoleskan ramuan, bubuk, atau obat apa pun ke luka tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Cara mencegah luka dekubitus di rumah
- Ubah posisi pasien secara teratur. Untuk pasien yang berbaring, ubah posisinya setiap 2 jam, misalnya bergantian telentang, miring ke kanan, dan miring ke kiri. Kalau perawat atau dokter menganjurkan jadwal lain, ikuti anjuran tersebut.
- Pakai bantal sebagai ganjalan. Saat pasien berbaring miring, letakkan bantal di antara kedua lutut dan pergelangan kakinya. Saat telentang, letakkan bantal di bawah betis supaya tumit sedikit terangkat dan tidak menempel ke kasur. Jangan meletakkan bantal di bawah lutut, karena justru menambah tekanan di tumit.
- Jangan tinggikan kepala tempat tidur lebih dari 30 derajat, kecuali ada anjuran lain dari dokter atau perawat (misalnya saat pasien makan). Posisi setengah duduk yang terlalu tinggi membuat tubuh mudah merosot, sehingga kulit di tulang ekor ikut tergesek.
- Angkat, jangan diseret. Saat menggeser atau memindahkan pasien, angkat tubuhnya, sebaiknya berdua dan dengan bantuan kain alas, supaya kulit tidak tergesek seprai.
- Jaga kulit tetap bersih dan kering. Segera bersihkan kulit dan ganti popok atau alas yang basah karena keringat, air kencing, atau kotoran. Bersihkan dengan kain atau spons yang lembut tanpa digosok keras, lalu keringkan, termasuk di lipatan kulit. Hindari sabun yang keras dan bedak talk.
- Rapikan tempat tidur. Pastikan seprai kering, tidak berkerut, dan tidak ada benda keras atau remah makanan yang mengganjal.
- Cukupi makan dan minum. Makanan bergizi seimbang dan cairan yang cukup membantu menjaga kesehatan kulit. Ikuti anjuran dokter atau ahli gizi, terutama untuk pasien dengan penyakit tertentu.
- Pertimbangkan kasur atau bantalan khusus. Kasur atau bantalan yang dirancang untuk mengurangi tekanan bisa membantu, terutama untuk pasien yang hampir selalu berbaring. Tanyakan kepada perawat jenis yang sesuai dengan kondisi pasien.
- Untuk pasien yang banyak duduk di kursi roda, bantu pasien menggeser berat badannya (condong ke depan, ke kiri, dan ke kanan) setiap 15–20 menit, dan gunakan bantalan duduk dari busa atau gel. Hindari bantalan duduk berbentuk donat.
Tips: Tempel catatan jadwal ubah posisi di dekat tempat tidur, berisi jam dan posisinya. Dengan begitu, anggota keluarga yang bergantian menjaga tidak lupa dan bisa saling mengecek.
Kapan harus menghubungi tenaga kesehatan?
Segera hubungi perawat atau dokter bila:
- ada bercak kulit yang warnanya berubah dan tidak memudar, atau kulit mulai lecet dan terbuka;
- luka tidak membaik setelah 24–48 jam;
- muncul tanda infeksi: kulit di sekitar luka terasa panas, bengkak, atau makin merah, luka bernanah atau berbau, atau nyeri yang makin berat;
- pasien demam.
Infeksi pada luka dekubitus bisa menyebar ke aliran darah. Kalau pasien demam tinggi atau kondisinya cepat memburuk, segera bawa ke IGD terdekat.
Butuh bantuan merawat pasien di rumah?
Merawat anggota keluarga yang lama berbaring memang butuh tenaga dan ketelatenan. Kalau Anda butuh bantuan, perawat Orchid Home Care bisa membantu lewat layanan homestay untuk menjaga dan merawat pasien di rumah, termasuk membantu mengubah posisi dan menjaga kebersihan kulitnya, serta perawatan luka untuk luka yang sudah terbuka.
Ceritakan kondisi pasien lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanan dan tarifnya.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Luka Dekubitus: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya (2024)
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Luka Dekubitus dan Pencegahannya (2022)
- NHS (layanan kesehatan nasional Inggris): Pressure ulcers (pressure sores)
- MedlinePlus, National Library of Medicine (Amerika Serikat): Preventing pressure injuries
