Seiring bertambahnya usia, orang tua lebih mudah mengalami beberapa masalah kesehatan sekaligus. Kumpulan masalah yang sering dialami lansia ini disebut sindrom geriatri. Menurut Kementerian Kesehatan, sindrom geriatri meliputi 14 penurunan kemampuan pada lansia, mulai dari sulit bergerak, mudah jatuh, sampai gangguan tidur.

Masalah-masalah ini sering dianggap wajar karena faktor usia, padahal banyak yang bisa dicegah atau dibantu bila dikenali sejak awal. Artikel ini membahas 14 masalah tersebut dan apa yang bisa dilakukan keluarga di rumah.

14 masalah kesehatan yang sering dialami lansia

14 masalah kesehatan yang sering dialami lansia (sindrom geriatri): berkurangnya kemampuan gerak, jatuh dan patah tulang, sulit menahan buang air kecil, infeksi, gangguan penglihatan dan pendengaran, kekurangan gizi, masalah akibat obat atau tindakan medis, gangguan tidur, gangguan daya ingat dan berpikir, kesepian dan menarik diri, sembelit, daya tahan tubuh menurun, gangguan fungsi seksual, dan berkurangnya kemampuan keuangan.

  1. Berkurangnya kemampuan gerak, karena jarang beraktivitas atau karena penyakit.
  2. Jatuh dan patah tulang.
  3. Sulit menahan buang air kecil.
  4. Infeksi, misalnya infeksi paru dan infeksi saluran kemih.
  5. Gangguan penglihatan dan pendengaran.
  6. Kekurangan gizi.
  7. Masalah akibat obat atau tindakan medis, misalnya minum terlalu banyak jenis obat, terlalu lama, atau dosisnya berlebihan.
  8. Gangguan tidur.
  9. Gangguan daya ingat dan berpikir, termasuk demensia.
  10. Kesepian dan menarik diri dari lingkungan.
  11. Sembelit, karena gerakan usus berkurang.
  12. Daya tahan tubuh menurun.
  13. Gangguan fungsi seksual.
  14. Berkurangnya kemampuan keuangan.

Satu masalah bisa memicu masalah lain. Misalnya, lansia yang jarang bergerak lebih mudah jatuh, dan lansia yang kurang gizi lebih mudah terkena infeksi. Karena itu, kesehatan lansia perlu dilihat secara menyeluruh.

Yang bisa dilakukan keluarga di rumah

Merawat orang tua adalah wujud bakti. Perhatian kecil dari keluarga, dilakukan dengan sabar dan penuh hormat, sangat membantu orang tua tetap sehat dan merasa dihargai.

Bantu tetap bergerak dan cegah jatuh

  • Ajak orang tua tetap aktif sesuai kemampuannya, misalnya berjalan santai di sekitar rumah.
  • Pastikan penerangan cukup, pasang pegangan di kamar mandi dan tangga, dan gunakan alat bantu jalan bila diperlukan.
  • Bila orang tua lebih banyak berbaring, bantu berganti posisi secara teratur agar tidak muncul luka tekan.

Tips lengkapnya ada di artikel Mencegah Lansia Jatuh di Rumah dan Luka Dekubitus (Luka Tekan).

Mudahkan ke kamar mandi

  • Pastikan jalan ke kamar mandi mudah dan aman dilalui.
  • Bantu dengan tenang dan jaga perasaannya. Hindari mengeluh atau menunjukkan rasa jijik, supaya orang tua tidak merasa malu.
  • Sampaikan kepada dokter bila orang tua sulit menahan buang air kecil. Dokter bisa membantu mencari penyebabnya dan menyarankan latihan yang sesuai, misalnya latihan otot dasar panggul.

Perhatikan obat yang diminum

  • Simpan daftar semua obat yang diminum orang tua, termasuk vitamin dan jamu, dan bawa semuanya saat kontrol ke dokter.
  • Jangan menambah atau menghentikan obat tanpa bertanya kepada dokter.
  • Saat menerima obat, tanyakan lima hal kepada dokter atau apoteker: nama dan kandungan obat, khasiatnya, dosisnya, cara memakainya, dan efek sampingnya.

Jaga makan dan minum

  • Perhatikan nafsu makan dan berat badan orang tua. Berat badan yang turun tanpa sebab yang jelas perlu diperiksakan.
  • Gigi yang hilang serta indera pengecap dan penciuman yang menurun bisa membuat lansia malas makan. Periksakan gigi dan sajikan makanan yang mudah dikunyah dan disukainya.
  • Untuk mencegah sembelit, berikan makanan berserat seperti sayur dan buah, serta air putih sekitar 6–8 gelas sehari, kecuali dokter membatasi jumlah minumnya.

Waspadai bingung mendadak

Bila orang tua tiba-tiba menjadi bingung, linglung, atau kesadarannya berubah-ubah, itu bisa menjadi tanda delirium. Delirium bukan hal yang normal dan perlu segera diperiksakan ke dokter, karena bisa disebabkan oleh penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau efek obat.

Sambil menunggu, bantu orang tua tetap tenang dan kenalkan kembali dengan lembut siapa Anda, di mana ia berada, dan hari apa sekarang.

Bantu tidur lebih nyenyak

  • Biasakan jam tidur dan bangun yang teratur.
  • Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur, bukan untuk makan atau kegiatan lain.
  • Sampaikan kepada dokter bila gangguan tidur terus berlanjut, karena kurang tidur bisa membuat lansia mengantuk di siang hari, sulit mengingat, dan lebih mudah jatuh.

Jaga penglihatan dan pendengaran

  • Periksakan mata secara rutin, dan sampaikan kepada dokter bila pendengaran orang tua menurun.
  • Letakkan kacamata dan alat bantu dengar di tempat yang mudah dijangkau.

Jangan biarkan orang tua kesepian

  • Luangkan waktu untuk berbincang, mendengarkan ceritanya, dan makan bersama.
  • Ajak bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan teman sebayanya.
  • Libatkan orang tua dalam kegiatan dan keputusan keluarga, supaya ia tetap merasa berarti.

Manfaatkan layanan lansia di puskesmas

Ajak orang tua memeriksakan kesehatannya secara rutin. Di Kota Bandung, sejumlah puskesmas sudah dikukuhkan menjadi Puskesmas Santun Lansia, yang memberi pelayanan ramah bagi lansia. Tanyakan layanan lansia di puskesmas terdekat dari rumah Anda.

Butuh bantuan merawat orang tua di rumah?

Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga dan merawat lansia di rumah sesuai shift yang Anda pilih, termasuk membantu bergerak, makan, ke kamar mandi, dan minum obat sesuai jadwal. Keluarga juga perlu dijaga: baca artikel Lelah Merawat Orang Tua di Rumah?

Ceritakan kondisi orang tua Anda lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanannya. Merawat dengan sepenuh hati.

Sumber