Kabar bahwa pasien sudah boleh pulang dari rumah sakit tentu melegakan. Namun, masa pemulihan sering masih berlanjut di rumah, dan keluarga yang kemudian mengambil alih perawatannya sehari-hari. Persiapan yang matang membantu pasien pulih dengan baik dan mengurangi risiko harus kembali dirawat.
Di rumah sakit, persiapan ini disebut perencanaan pulang (discharge planning). Menurut Kementerian Kesehatan, tujuannya antara lain menyiapkan pasien dan keluarga secara fisik maupun perasaan, memberi bekal pengetahuan dan keterampilan merawat, dan memastikan perawatan tetap berlanjut setelah pasien pulang. Artikel ini merangkum apa yang perlu ditanyakan dan disiapkan keluarga.
Yang perlu ditanyakan sebelum pulang
Sebuah rumah sakit di Inggris merangkumnya menjadi lima hal yang sebaiknya bisa dijawab pasien dan keluarga sebelum pulang:
- Penyakitnya: kenapa pasien dirawat, dan apa yang sudah dilakukan.
- Obatnya: obat apa saja yang diminum, kapan, berapa lama, untuk apa, dan apa efek sampingnya. Tanyakan juga apakah ada obat lama yang dihentikan atau diubah dosisnya, serta apakah obat, vitamin, atau jamu yang biasa diminum sebelum dirawat boleh dilanjutkan.
- Siapa yang dihubungi: nomor telepon rumah sakit atau dokter yang bisa dihubungi bila ada keluhan setelah pulang.
- Langkah selanjutnya: kapan dan di mana jadwal kontrol, pemeriksaan lanjutan apa yang perlu dilakukan, dan perawatan apa yang dibutuhkan di rumah, misalnya ganti balutan luka, perawatan selang makan, atau kateter.
- Makan dan minum: apakah ada pantangan, atau perlu makanan dengan tekstur tertentu.
Catat jawabannya di buku kecil atau ponsel. Bila memungkinkan, ajak anggota keluarga yang akan paling banyak merawat pasien di rumah saat dokter atau perawat memberi penjelasan, dan jangan sungkan bertanya lagi bila ada yang belum jelas. Minta juga perawat menunjukkan langsung cara melakukan perawatan yang diperlukan di rumah.

Dokumen yang perlu disimpan
- Surat atau ringkasan pulang (resume medis) dari rumah sakit. Simpan dan bawa setiap kali kontrol atau berobat ke tempat lain.
- Resep dan daftar obat terbaru.
- Hasil pemeriksaan, seperti hasil laboratorium atau rontgen, bila diberikan.
- Tanyakan dokumen apa yang perlu dibawa saat kontrol berikutnya, termasuk bila memakai BPJS Kesehatan.
Menyiapkan rumah
- Kamar yang mudah dijangkau. Bila pasien sulit naik tangga, pertimbangkan memindahkan tempat tidurnya ke lantai bawah, dekat kamar mandi.
- Jalan yang aman. Singkirkan barang yang bisa membuat tersandung, pastikan penerangan cukup, dan pasang pegangan di kamar mandi bila perlu. Baca Mencegah Lansia Jatuh di Rumah.
- Alat yang dibutuhkan, sesuai arahan dokter atau perawat. Tanyakan alat apa yang benar-benar perlu disiapkan sebelum pasien pulang.
- Kotak obat harian dan jadwal minum obat yang ditempel di tempat yang mudah terlihat.
- Untuk pasien yang lebih banyak berbaring, pelajari cara mencegah luka tekan. Baca Luka Dekubitus (Luka Tekan).
Hari-hari pertama di rumah
- Bagi tugas di antara anggota keluarga: siapa yang menyiapkan obat, menemani kontrol, dan menemani di malam hari.
- Minum obat sesuai jadwal, dan jangan menghentikan atau menambah obat tanpa bertanya kepada dokter.
- Datang kontrol sesuai jadwal, walaupun pasien merasa sudah sehat.
- Lanjutkan latihan gerak yang diajarkan di rumah sakit, sesuai kemampuan pasien.
- Biarkan pasien beristirahat dan batasi tamu yang menjenguk dulu, terutama yang sedang batuk atau pilek.
Pasien yang baru pulang sering merasa lemah, cemas, atau sungkan karena harus banyak dibantu. Sapa ia dengan hangat, jelaskan dulu sebelum membantu, dan tetap libatkan ia dalam keputusan tentang perawatannya. Saat membantu mandi atau berganti pakaian, jaga kehormatannya: lakukan di ruangan tertutup, tutupi tubuhnya dengan kain, dan bila memungkinkan dibantu oleh anggota keluarga yang sesama jenis kelamin.
Tanda pasien perlu segera diperiksakan
Hubungi rumah sakit atau dokter, atau segera bawa ke IGD bila muncul tanda berikut:
- demam atau menggigil;
- sesak napas atau nyeri dada;
- nyeri yang makin berat;
- luka operasi makin merah, bengkak, bernanah, atau terbuka;
- perdarahan;
- tampak bingung, sangat mengantuk, atau sangat lemas;
- tidak bisa makan dan minum, atau muntah terus;
- keluhan yang sama seperti sebelum dirawat muncul lagi.
Simpan nomor rumah sakit dan layanan gawat darurat 119 di ponsel seluruh anggota keluarga.
Butuh perawat untuk melanjutkan perawatan di rumah?
Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga pasien di rumah sesuai shift yang Anda pilih, termasuk membantu minum obat sesuai jadwal, makan, bergerak, dan memperhatikan perubahan kondisinya sehari-hari. Untuk tindakan seperti perawatan luka, pemasangan infus sesuai arahan dokter, atau kateter, perawat juga bisa datang lewat layanan home visit dan perawatan luka.
Ceritakan kondisi pasien dan rencana pulangnya lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanan dan tarifnya. Merawat dengan sepenuh hati.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Discharge Planning pada Pasien Stroke (2022)
- Doncaster and Bassetlaw Teaching Hospitals NHS Foundation Trust (Inggris): Leaving hospital
- Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust (Inggris): Patient checklist on discharge
