Patah tulang pinggul (pangkal tulang paha) sering terjadi pada lansia, biasanya karena jatuh dan diperberat oleh tulang yang sudah rapuh (osteoporosis). Menurut pedoman Kementerian Kesehatan, patah tulang di bagian ini dapat mengganggu kemampuan bergerak dan aktivitas sehari-hari, bahkan membuat lansia kehilangan kemandiriannya. Karena itu, penanganannya umumnya berupa operasi untuk menyambung dan menstabilkan tulang, lalu rehabilitasi yang baik supaya lansia bisa kembali bergerak secepat mungkin.
Setelah pulang dari rumah sakit, pemulihan berlanjut di rumah dan bisa berlangsung berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Artikel ini membahas apa yang bisa dilakukan keluarga untuk membantu orang tua pulih dengan aman.
Tetap bergerak sesuai arahan
Di rumah sakit, pasien patah tulang pinggul biasanya sudah dilatih duduk dan berjalan beberapa langkah sejak hari-hari pertama setelah operasi. Berbaring terlalu lama justru membuat otot cepat melemah sehingga makin sulit untuk kembali bergerak.
- Lanjutkan latihan dari fisioterapis setiap hari. Minta fisioterapis menunjukkan gerakannya kepada keluarga, dan catat atau rekam bila diizinkan.
- Ikuti batasan dari dokter, misalnya seberapa berat kaki yang dioperasi boleh menumpu badan, dan gerakan apa yang perlu dihindari. Batasan ini berbeda untuk tiap pasien, tergantung jenis patah tulang dan operasinya.
- Pakai alat bantu jalan sesuai anjuran dokter atau fisioterapis, sampai mereka menyatakan sudah boleh dilepas.
- Ajak duduk di kursi dan berjalan sedikit setiap hari, sesuai kemampuannya. Jangan memaksakan latihan di luar yang dianjurkan.
Dampingi dengan sabar dan beri semangat. Biarkan orang tua melakukan sendiri apa yang sudah bisa ia lakukan, meski pelan, supaya kemandiriannya pulih. Hargai setiap kemajuan kecil, dan jangan memarahi bila ia takut atau lelah.

Cegah jatuh lagi
Lansia yang pernah patah tulang karena jatuh berisiko jatuh lagi, apalagi saat masih memakai alat bantu jalan.
- Singkirkan keset licin, kabel, dan barang di lantai yang bisa membuat tersandung.
- Pastikan penerangan cukup, termasuk lampu malam dari kamar ke kamar mandi.
- Pasang pegangan di kamar mandi bila memungkinkan, dan jaga lantainya tetap kering.
- Pakai alas kaki yang pas dan tidak licin.
- Letakkan barang yang sering dipakai di tempat yang mudah dijangkau, tanpa harus membungkuk atau naik ke kursi.
Tips lengkapnya ada di artikel Mencegah Lansia Jatuh di Rumah.
Cegah luka tekan dan sembelit
Bila orang tua masih lebih banyak berbaring atau duduk, bantu berganti posisi secara teratur, dan periksa kulit di bagian yang tertekan, seperti bokong, tumit, dan punggung. Baca Luka Dekubitus (Luka Tekan).
Kurang bergerak dan obat pereda nyeri bisa membuat sulit buang air besar. Berikan cukup minum, sayur, dan buah, kecuali dokter membatasi jumlah minumnya.
Rawat luka operasi dan atasi nyeri
- Jaga luka operasi tetap bersih dan kering, dan ikuti jadwal ganti balutan dari rumah sakit.
- Tanyakan kapan jahitan perlu dilepas. Jahitan yang larut sendiri tidak perlu dilepas, sedangkan jahitan atau klip logam biasanya dilepas sekitar 10–14 hari setelah operasi.
- Minum obat pereda nyeri sesuai resep. Nyeri yang terkendali membuat orang tua lebih mudah berlatih bergerak.
- Bila diberi obat pencegah penggumpalan darah, minum atau suntikkan sesuai petunjuk dokter sampai selesai.
Saat membantu ke kamar mandi, mandi, atau mengganti balutan, sapa dan jelaskan dulu apa yang akan dilakukan. Jaga kehormatannya: lakukan di ruangan tertutup, tutupi tubuhnya dengan kain, dan bila memungkinkan dibantu oleh anggota keluarga yang sesama jenis kelamin.
Jaga makan dan kesehatan tulang
Makan yang bergizi membantu pemulihan. Berikan makanan yang cukup protein, seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe. Pedoman Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya memeriksa kecukupan kalsium dan vitamin D pada lansia. Tanyakan kepada dokter apakah orang tua perlu pemeriksaan atau pengobatan osteoporosis, supaya risiko patah tulang berikutnya berkurang.
Tanda yang perlu segera diperiksakan
Segera hubungi dokter atau bawa ke IGD bila muncul:
- betis atau paha nyeri berdenyut dan bengkak di salah satu kaki, kulitnya kemerahan atau lebih gelap; ini bisa menjadi tanda gumpalan darah;
- sesak napas atau nyeri dada, apalagi disertai kaki yang nyeri dan bengkak; segera hubungi 119;
- demam, atau luka operasi makin merah, bengkak, bernanah, atau terbuka;
- nyeri pinggul yang tiba-tiba memberat;
- tiba-tiba bingung atau sangat mengantuk.
Butuh bantuan merawat orang tua di rumah?
Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga lansia di rumah sesuai shift yang Anda pilih, termasuk mendampingi berlatih gerak sesuai arahan fisioterapis, membantu berpindah dan ke kamar mandi dengan aman, mengatur posisi, dan minum obat sesuai jadwal. Untuk perawatan luka operasi, perawat juga bisa datang lewat layanan perawatan luka.
Ceritakan kondisi orang tua Anda lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanan dan tarifnya. Merawat dengan sepenuh hati.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI: Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/270/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Fraktur (PDF)
- Kementerian Kesehatan RI (keslan.kemkes.go.id): Cara Mencegah Jatuh pada Lansia (RSUP dr. Sardjito, 2025)
- University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust (Inggris): Rehabilitation following hip fracture surgery (2024)
- NHS (Inggris): DVT (deep vein thrombosis)
