Bapak atau Ibu di rumah makin sering lupa, menanyakan hal yang sama berulang kali, atau mulai bingung di tempat yang sudah dikenalnya? Banyak keluarga menganggap ini wajar karena faktor usia. Padahal, menurut Kementerian Kesehatan dan WHO, demensia (sering disebut kepikunan) bukan bagian normal dari penuaan. Demensia adalah kumpulan gejala menurunnya fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, cara berpikir, berkomunikasi, serta perilaku dan emosi.

Artikel ini membahas cara membedakan lupa biasa dengan tanda demensia, gejala awalnya, dan cara merawat lansia dengan demensia di rumah dengan sabar, lembut, dan aman.

Lupa biasa atau tanda demensia?

Lupa sesekali memang bisa dialami siapa saja. Yang membedakan adalah seberapa sering, dan apakah lupanya mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.

Perbandingan lupa biasa dan tanda demensia. Lupa biasa: lupa nama orang yang jarang ditemui, lupa sebagian kejadian, ingat lagi setelah diingatkan, sesekali salah menaruh barang. Perlu diperiksakan: lupa nama orang yang sering ditemui, sering mengulang cerita atau pertanyaan yang sama, tersesat di lingkungan rumah sendiri, bingung melakukan kegiatan rutin seperti mandi atau memasak.

Masih tergolong lupa biasa:

  • lupa nama orang yang jarang ditemui;
  • lupa sebagian kejadian, tetapi bisa ingat lagi setelah diingatkan;
  • sesekali salah menaruh barang.

Perlu diperiksakan ke dokter:

  • lupa nama orang yang sering ditemui, bahkan anggota keluarga sendiri;
  • sering mengulang cerita atau pertanyaan yang sama;
  • tersesat, bahkan di lingkungan rumah sendiri;
  • bingung atau kesulitan melakukan kegiatan rutin, seperti mandi atau memasak.

Gejala awal demensia yang perlu dikenali

Gejala demensia biasanya muncul perlahan, antara lain:

  • sulit mengingat hal yang baru terjadi, sering lupa menaruh barang, atau menanyakan hal yang sama berulang kali;
  • sulit merencanakan atau menyelesaikan pekerjaan sederhana yang biasa dilakukan, misalnya memasak masakan yang sudah sering dibuat;
  • bingung waktu dan tempat, misalnya lupa tanggal atau lupa jalan pulang di daerah yang sudah dikenal;
  • sulit berkomunikasi, seperti sulit menemukan kata yang tepat atau jawabannya tidak nyambung;
  • perubahan suasana hati dan perilaku, misalnya mudah tersinggung, curiga, menuduh orang lain mengambil barangnya, atau menarik diri dari keluarga dan teman.

Bila Anda melihat tanda-tanda ini, ajak orang tua memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat. Pemeriksaan membantu mencari penyebabnya, dan penanganan sejak dini membantu keluarga menyiapkan perawatan yang tepat.

Merawat lansia dengan demensia di rumah

Merawat orang tua dengan demensia adalah wujud bakti yang membutuhkan kesabaran. Perubahan sikap dan perilaku orang tua adalah bagian dari penyakitnya, bukan karena ia sengaja menyulitkan. Berikut cara-cara yang bisa membantu.

Berbicara dengan lembut dan sederhana

  • Sapa dengan panggilan yang biasa ia dengar, misalnya Bapak, Ibu, Abah, atau Ambu, lalu bicara dengan suara pelan dan wajah yang ramah.
  • Gunakan bahasa sederhana dengan kalimat pendek dan jelas. Satu kalimat untuk satu hal.
  • Bantu dengan isyarat atau gerakan tangan, atau dengan tulisan dan gambar.
  • Bila ia menanyakan hal yang sama berulang kali, jawab dengan tenang seperti baru pertama kali ditanya.
  • Bila ia keliru, jangan dibantah, dimarahi, atau dipermalukan, apalagi di depan orang lain. Arahkan dengan lembut ke hal lain.
  • Pastikan kacamata, alat bantu dengar, dan gigi palsunya masih pas, supaya ia lebih mudah memahami dan diajak berbicara.

Jaga kemandirian dan kehormatannya

  • Libatkan orang tua dalam kegiatan sehari-hari sesuai kemampuannya, seperti makan sendiri, berpakaian, atau melipat pakaian. Bantu hanya pada bagian yang memang belum bisa ia lakukan.
  • Beri petunjuk satu langkah demi satu langkah, atau beri contoh lebih dulu.
  • Buat jadwal ke kamar mandi yang teratur.
  • Saat membantu mandi atau berganti pakaian, beri tahu dulu apa yang akan dilakukan, lakukan di ruangan tertutup, dan tutupi tubuhnya dengan kain.
  • Hargai pendapat dan pilihannya, misalnya soal pakaian atau makanan, selama aman untuknya.

Buat hari-hari yang teratur dan menyenangkan

  • Usahakan jadwal harian yang teratur, termasuk jam tidur dan jam makan.
  • Ajak melakukan kegiatan yang ia sukai, seperti mendengarkan lagu kesukaannya, berkebun, atau berjalan santai.
  • Ajak mengenang masa lalu lewat album foto keluarga. Mendengarkan ceritanya dengan sabar juga membuat ia merasa dihargai.
  • Ajak bertemu keluarga dan kerabat, dan tetap terlibat dalam kegiatan bersama di lingkungan sekitar.
  • Tulis jadwal kegiatan dan janji penting di kertas atau papan yang mudah dilihat.

Buat rumah lebih aman

  • Ciptakan suasana rumah yang tenang dan nyaman, dengan barang-barang yang sudah ia kenal.
  • Cegah jatuh dengan lantai yang tidak licin, penerangan yang cukup, dan pegangan di kamar mandi. Tips lengkapnya ada di artikel Mencegah Lansia Jatuh di Rumah.
  • Awasi penggunaan kompor dan gas.
  • Lansia dengan demensia kadang berjalan keluar rumah tanpa tujuan dan bisa tersesat. Pintu keluar bisa disamarkan, misalnya dengan menutup kenop atau kunci pintu dengan kain. Pelacak lokasi di ponsel juga bisa membantu keluarga.

Jaga kesehatannya secara umum

  • Berikan obat sesuai resep dan antar kontrol ke dokter secara rutin.
  • Jaga makan yang sehat dan cukup minum.
  • Ajak tetap aktif bergerak sesuai kemampuannya.

Keluarga juga perlu dijaga

Merawat lansia dengan demensia bisa melelahkan, baik fisik maupun pikiran. Bagi tugas dengan anggota keluarga lain, ambil waktu istirahat secara teratur, dan jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan. Bergabung dengan komunitas sesama keluarga yang merawat, misalnya Alzheimer Indonesia, juga bisa menjadi tempat berbagi.

Tanda-tanda kelelahan dan cara menjaga diri dibahas di artikel Lelah Merawat Orang Tua di Rumah?

Butuh bantuan menjaga orang tua di rumah?

Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga dan merawat lansia di rumah sesuai shift yang Anda pilih, termasuk membantu kebutuhan sehari-harinya seperti makan, mandi, dan berpindah tempat. Dengan begitu, keluarga bisa tetap bekerja atau beristirahat dengan lebih tenang.

Ceritakan kondisi orang tua Anda lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanannya. Merawat dengan sepenuh hati.

Sumber