Pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi, sebagian besar dijalani dengan pulang-pergi ke rumah sakit. Di antara jadwal pengobatan, pasien lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Di masa inilah perhatian keluarga sangat berarti, terutama untuk menjaga pasien tetap nyaman dan tetap bisa makan dengan cukup.

Artikel ini membahas cara membantu pasien kanker yang susah makan atau mual, menjaga kebersihan mulut, mencegah infeksi, dan tanda-tanda yang perlu segera disampaikan kepada dokter. Setiap pasien bisa berbeda, jadi tetap ikuti arahan dokter dan tim yang menangani pengobatannya.

Kenapa pasien kanker sering susah makan?

Menurut Kementerian Kesehatan, masalah gizi adalah salah satu masalah terbesar pada pasien kanker. Penyebabnya bisa bermacam-macam:

  • penyakitnya sendiri bisa membuat nafsu makan turun;
  • kemoterapi bisa menimbulkan mual, dan terapi radiasi bisa mengganggu pencernaan;
  • mulut terasa perih karena sariawan, atau rasa makanan jadi berbeda;
  • rasa cemas dan sedih juga bisa membuat pasien enggan makan.

Padahal, tubuh pasien kanker justru membutuhkan energi dan protein lebih banyak dari biasanya. Bila asupannya kurang, berat badan bisa turun drastis dan tubuh lebih sulit menjalani pengobatan. Karena itu, menjaga asupan makan adalah bagian penting dari perawatan.

Membantu pasien kanker tetap makan: porsi kecil tapi sering; pilih makanan yang disukai dan berprotein; makanan lunak bila mulut perih; makanan dimasak matang dan dicuci bersih; jaga kebersihan mulut; timbang berat badan secara berkala. Berat badan terus turun atau sulit makan berhari-hari? Sampaikan ke dokter.

Membantu pasien tetap makan

  1. Beri porsi kecil tapi sering, daripada sekali makan dengan porsi besar.
  2. Utamakan makanan berprotein dan bergizi, seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan susu, ditambah nasi atau sumber karbohidrat lain, sayur, dan buah.
  3. Tanyakan makanan yang ia inginkan. Selera pasien bisa berubah selama pengobatan. Makanan yang ia sukai, yang disajikan hangat dan rapi, sering lebih mudah diterima.
  4. Saat mual, pilih makanan yang kering dan tidak berbau tajam, misalnya biskuit atau roti. Hindari makanan berlemak, terlalu manis, dan terlalu banyak minum sebelum makan. Bila mual mengganggu, tanyakan kepada dokter tentang obat antimual.
  5. Saat mulut perih atau sulit menelan, berikan makanan yang lunak atau berkuah, seperti bubur, nasi tim, atau sup. Minum bisa dibantu dengan sedotan. Hindari makanan yang terlalu asam, pedas, asin, panas, atau dingin.
  6. Timbang berat badan secara berkala, dan sampaikan kepada dokter bila terus turun.

Temani pasien saat makan dan ajak berbincang dengan hangat. Bila ia belum ingin makan, jangan memaksa atau memarahinya. Bujuk dengan lembut, tawarkan lagi beberapa saat kemudian, dan hargai bila ia hanya sanggup makan sedikit. Bila sulit makan berlangsung berhari-hari, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Jaga makanan tetap bersih dan aman

Pengobatan kanker bisa menurunkan daya tahan tubuh, sehingga pasien lebih mudah terkena infeksi, termasuk dari makanan.

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan.
  • Masak daging, ayam, ikan, dan telur sampai benar-benar matang. Hindari ikan mentah dan telur setengah matang.
  • Cuci bersih sayur dan buah sebelum dimakan. Tanyakan kepada dokter apakah lalapan mentah boleh dimakan selama pengobatan.
  • Pisahkan bahan mentah dan makanan matang, dan hindari makanan yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa.
  • Sebaiknya sajikan makanan yang baru dimasak, bukan sisa yang dihangatkan berulang kali.

Bila keluarga ingin memberikan jamu, ramuan herbal, atau suplemen, tanyakan dulu kepada dokter, karena sebagian bisa memengaruhi pengobatan.

Menjaga kebersihan mulut

Kemoterapi bisa menimbulkan peradangan dan sariawan di mulut (mukositis), biasanya sekitar 1–2 minggu setelah pengobatan. Mulut yang perih membuat pasien makin sulit makan.

  • Bantu pasien menyikat gigi dengan sikat gigi yang lembut, pagi dan malam.
  • Gunakan obat kumur tanpa alkohol, atau yang dianjurkan dokter.
  • Bila gusi atau sariawan terasa sangat nyeri, sampaikan kepada dokter atau perawat. Dokter bisa memberikan obat yang sesuai.

Mencegah infeksi di rumah

  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, bagi pasien dan seluruh anggota keluarga.
  • Jaga kebersihan badan pasien, misalnya dengan mandi atau diseka secara teratur.
  • Hindarkan pasien dari orang yang sedang sakit, seperti batuk, pilek, atau demam. Kerabat yang ingin menjenguk bisa diminta menunda dulu bila sedang kurang sehat, atau memakai masker.
  • Sediakan termometer di rumah untuk memeriksa suhu bila pasien terasa tidak enak badan.

Saat membantu pasien mandi atau berganti pakaian, sapa dan jelaskan dulu apa yang akan dilakukan. Jaga kehormatannya: lakukan di ruangan tertutup, tutupi tubuhnya dengan kain, dan bila memungkinkan dibantu oleh anggota keluarga yang sesama jenis kelamin.

Tanda yang perlu segera disampaikan ke dokter

Simpan nomor telepon rumah sakit atau tim dokter yang menangani pengobatan. Segera hubungi mereka atau bawa ke IGD bila muncul salah satu tanda berikut, terutama selama masa kemoterapi:

  • demam, yaitu suhu 38°C atau lebih (atau sesuai batas yang diberitahukan tim dokter), atau menggigil;
  • badan terasa sangat tidak enak, walaupun suhunya normal;
  • batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, atau perih saat buang air kecil;
  • muntah atau diare yang terus berlanjut, sehingga sulit makan dan minum;
  • mudah memar, gusi berdarah, atau perdarahan lain;
  • tampak bingung, sangat mengantuk, atau sangat lemas.

Pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, demam bisa menjadi tanda infeksi yang perlu ditangani segera. Jangan menunggu sampai keesokan harinya.

Menjaga hati pasien dan keluarga

Menjalani pengobatan kanker bisa melelahkan, bukan hanya badan tetapi juga perasaan. Luangkan waktu untuk duduk bersama, mendengarkan ceritanya tanpa buru-buru menasihati, dan libatkan ia dalam keputusan tentang perawatannya. Sapa ia seperti biasa, dengan panggilan yang ia sukai, seperti Bapak, Ibu, Abah, atau Ambu, supaya ia tetap merasa dihargai dan tidak diperlakukan semata-mata sebagai orang sakit.

Keluarga yang merawat juga perlu menjaga dirinya. Berbagi tugas dengan anggota keluarga lain dan beristirahat dengan cukup akan membantu Anda merawat lebih lama. Baca juga artikel Lelah Merawat Orang Tua di Rumah?

Butuh perawat untuk menjaga pasien di rumah?

Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga pasien di rumah sesuai shift yang Anda pilih, termasuk membantu makan, menjaga kebersihan badan dan mulut, minum obat sesuai jadwal, serta memperhatikan perubahan kondisinya sehari-hari. Bila dokter menganjurkan pemberian infus di rumah, perawat juga bisa datang lewat layanan home visit.

Ceritakan kondisi pasien lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanan dan tarifnya. Merawat dengan sepenuh hati.

Sumber