Batuk, pilek, dan demam sering dianggap penyakit ringan. Pada lansia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) perlu diwaspadai lebih serius. Lansia termasuk kelompok yang lebih rentan, dan gejala yang awalnya ringan bisa berkembang menjadi lebih berat, misalnya infeksi paru (pneumonia).

Artikel ini membahas gejala ISPA, cara merawat lansia yang sedang ISPA di rumah, dan tanda bahaya yang membuat lansia perlu segera dibawa ke IGD.

Apa itu ISPA?

ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, sinus, dan tenggorokan sampai ke paru-paru. Penyebabnya umumnya virus, walaupun pada sebagian kasus bisa juga bakteri atau gabungan keduanya.

ISPA menular lewat percikan ludah (droplet) saat orang yang sakit batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi lewat tangan yang terkena kuman, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Siapa yang lebih rentan?

ISPA bisa menyerang siapa saja. Kelompok yang lebih rentan antara lain:

  • lansia;
  • bayi dan balita;
  • ibu hamil;
  • orang dengan penyakit kronis, seperti asma, penyakit paru, penyakit jantung, atau diabetes;
  • perokok, termasuk yang sering menghirup asap rokok orang lain;
  • orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Gejala ISPA

Gejala ISPA bisa muncul perlahan atau tiba-tiba, antara lain:

  • batuk, kering atau berdahak;
  • pilek atau hidung tersumbat;
  • sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan;
  • demam;
  • bersin, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi;
  • suara serak;
  • badan lemas dan nafsu makan menurun.

Perlu diingat: pada lansia, infeksi paru kadang lebih terlihat sebagai rasa bingung, badan yang jauh lebih lemas dari biasanya, atau tidak mau makan. Perhatikan perubahan seperti ini, jangan hanya menunggu batuk atau demamnya.

Merawat lansia yang sedang ISPA di rumah

Sebagian besar ISPA bergejala ringan. Selama kondisinya ringan, lansia bisa dirawat di rumah sambil dipantau. Kalau ragu, apalagi bila lansia punya penyakit kronis, periksakan ke dokter.

  1. Istirahat yang cukup.
  2. Cukupi minum. Tawarkan minum secara teratur, terutama saat demam.
  3. Tetap makan makanan bergizi, dalam porsi yang bisa dihabiskan.
  4. Pakai obat penurun demam atau pereda nyeri sesuai anjuran dokter atau apoteker, terutama bila lansia sudah minum obat rutin lain.
  5. Jangan minum antibiotik tanpa resep dokter. ISPA umumnya disebabkan virus; dokter yang menentukan apakah antibiotik memang diperlukan.
  6. Jaga udara di rumah tetap bersih. Buka jendela supaya udara berganti, dan jangan ada yang merokok di dalam rumah.
  7. Lindungi anggota keluarga lain. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, pakai masker selama sakit, dan sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
  8. Pantau kondisinya setiap hari: suhu tubuh, cara bernapas, kesadaran, serta apakah lansia mau makan dan minum.

Tips: Catat suhu tubuh, obat yang diminum, dan perubahan gejala setiap hari. Catatan ini membantu dokter saat memeriksa.

Tanda bahaya: segera ke IGD

Segera bawa lansia ke IGD terdekat bila muncul salah satu tanda berikut:

Tanda bahaya ISPA pada lansia yang perlu segera dibawa ke IGD: sesak napas atau napas cepat, bibir atau kulit kebiruan, nyeri dada, batuk darah, dan mendadak bingung atau linglung.

  • sesak napas, napas cepat, atau tampak kesulitan bernapas;
  • bibir, lidah, atau kulit tampak kebiruan atau pucat;
  • nyeri dada;
  • batuk darah;
  • mendadak bingung atau linglung.

Periksakan juga ke dokter bila:

  • demam tidak turun atau gejalanya makin berat;
  • batuk tidak membaik, apalagi sampai 3 minggu;
  • batuk berdahak kuning atau hijau;
  • lansia punya penyakit kronis dan kondisinya menurun;
  • lansia sulit makan dan minum.

Mencegah ISPA pada lansia

  • Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Pakai masker saat sakit atau saat kualitas udara sedang buruk.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Jangan merokok, dan jauhkan lansia dari asap rokok.
  • Jaga kebersihan rumah dan sirkulasi udaranya.
  • Makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.
  • Lengkapi imunisasi. Tanyakan kepada dokter tentang vaksin yang dianjurkan untuk lansia, misalnya vaksin influenza dan vaksin pneumokokus (pencegah salah satu penyebab pneumonia).

Butuh pendampingan merawat lansia di rumah?

Saat lansia sakit, keluarga sering kewalahan menjaganya sambil tetap bekerja. Perawat homestay Orchid Home Care bisa membantu menjaga dan merawat lansia di rumah, termasuk memantau kondisinya sehari-hari. Untuk pemeriksaan dan pengobatan, tetap konsultasikan ke dokter.

Ceritakan kondisi lansia lewat form konsultasi, nanti admin kami membantu menjelaskan pilihan layanannya.

Sumber